PT. Solid Gold Berjangka

Sebagai salah satu perusahaan pialang terbesar dan teraktif dalam industri perdagangan berjangka, PT Solid Gold Berjangka berkomitmen untuk terus mempelopori pertumbuhan transaksi kontrak berjangka di Indonesia melalui penyelenggaran

  • DROPDOWN MENU
Home » PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar » Umur Manusia Sudah "Digariskan", Maksimal 115 Tahun

Umur Manusia Sudah "Digariskan", Maksimal 115 Tahun

Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Tuesday, 11 October 2016
Label: PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar


Jan Vijg, pakar genetika dari Albert Einstein College of Medicine di New York, melakukan penelitian dengan menganalisis data kematian manusia di 38 negara.

Umur manusia mempunyai batas. Riset terbaru mengungkap bahwa batasan umur manusia itu adalah 115 tahun. Mungkin saja ada orang yang bisa hidup lebih dari umur itu, tetapi akan sangat sedikit.

Aubrey de Grey dari SENS Research Foundation Mountain View di California yang mempelajari bioteknologi awet muda mengatakan, riset Vijg belum mempertimbangkan teknologi kedokteran masa depan.

Ia dan rekannya menemukan, seiring bertambahnya pengetahuan tentang nutrisi dan kemajuan kedokteran pada awal era industri, umur manusia meningkat pesat.

Riset Vijg memicu perdebatan. James Vaupel dari Max Planck Institute for Demographic Reserarch di Jerman mengatakan, umur manusia masih terus bertambah panjang di beberapa negara seperti Jepang.

Vijg juga menganalisis data dari International Database of Longevity yang fokus pada orang-orang yang memecahkan rekor dunia sebagai manusia tertua.

Ia menemukan bahwa di Jepang, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat, angka umur tertua meningkat cepat pada tahun 1970-an dan 1980-an, tetapi bertahan pada angka 114,9 pada pertengahan tahun 1990.

Berdasarkan temuan itu, Vijg melakukan analisis dengan mempertimbangkan faktor genetik dan kemajuan teknologi. Ia lantas menyimpulkan bahwa batas umur manusia adalah 115 tahun.

"Hasil riset ini benar, tetapi belum memasukkan potensi kemajuan kedokteran masa depan, hanya kedokteran masa kini dan masa lalu," katanya.

Bisa saja ada orang yang hidup lebih lama dari angka itu, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Peluang kejadiannya cuma 1 dari 10.000 dalam tiap tahun tertentu.

"Anda boleh berharap ada Jeanne Calments (warga negara Perancis yang hidup 122 tahun, meninggal tahun 1997), tapi tak akan," kata Vijg seperti dikutip Nature, 5 Oktober 2016.

Vaupel mengatakan, riset Vijg tak mempertimbangkan semua sisi. Vijg sendiri mengakui bahwa umur manusia di Jepang terus bertambah, tetapi peningkatannya sedikit.

Namun, ia juga menemukan bahwa sejak tahun 1980, angka harapan hidup manusia cenderung tak bertambah, bertahan di angka 99 tahun, walaupun teknologi kedokteran terus maju.

Begini Cara Pelajar Indonesia Siasati Biaya Hidup di Jepang… | PT Solid Gold Berjangkar Makassar

Saat ini Natasha adalah mahasiswi dari salah satu kampus di Jepang, Ritsumeikan Asia Pacific University (APU). Lokasi kampus itu ada di Beppu, Prefektur Oita. Karena berada di kota kecil yang jauh dari kota metropolitan seperti Tokyo, biaya hidupnya relatif bisa ditekan.

Biaya hidup di Jepang yang tinggi membuat orang kerap berpikir seribu kali untuk menginjakkan kaki di Negeri Matahari Terbit itu. Tak terkecuali saat kesempatan bersekolah di sana datang.

Di sana, kata Natasha, dia bisa menghabiskan kurang lebih 80.000 yen atau setara Rp 10 juta per bulan, menggunakan kurs saat ini. 

“Itu sudah mencakup biaya tempat tinggal, makan sehari-hari, hingga transportasi dari dan menuju kampus,” imbuhnya.

Kalau disiasati dengan memasak tiap hari, kata Natasha, biaya hidup bisa berkurang lagi. 

“Padahal tidak segitunya. Kalau dihitung-hitung, bisa jadi biaya hidup di Jepang sama dengan kota besar di Indonesia,” ujar Natasha Talisca Adrianto, salah satu mahasiswi asal Indonesia yang kini berada di Negeri Sakura ditemui Kompas.com, Kamis (22/9/2016).

“Belanja makanan atau bumbu racik terus masak di apartemen bisa menghemat 10.000-20.000 yen (per bulan),” imbuhnya.

Survei dari konsultan investasi Mercer menyatakan, negara tersebut berada di posisi ketiga pemilik biaya hidup paling mahal se-Asia pada 2016. Karena itu, wajar ketika dapat kesempatan sekolah plus beasiswa pikiran akan terpaku pada biaya hidup.

Mantan Bendahara UIN Alauddin Masih Buron, Kejati Minta Bantuan Kejagung | PT Solid Gold Berjangkar Makassar

Selain meminta bantuan MC Kejagung, Kejati Sulsel juga akan berkoordinasi dengan pihak Polda Sulsel guna mempermudah melacak, serta mempersempit ruang gerak tersangka untuk meloloskan diri. Dengan adanya upaya seperti ini, tentu saja tersangka akan berfikir untuk bersembunyi terlalu lama.
Apalagi, Kejati Sulsel telah menetapkan tersangka sebagai buronan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Dimana penetapan DPO karena tersangka selalu mangkir dan dianggap tidak kooperatif.
“Kita akan meminta bantuan MC Kejagung untuk melacak keberadaan tersangka, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya,” ujar penyidik Kejati Sulsel Andi Syahrir kepada pojoksulsel.com, Minggu (9/10/2016).

Tim Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel sedang melakukan koordinasi termasuk meminta bantuan Monitoring Center (MC) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk melacak Sofyan tersangka kasus dugaan korupsi dana praktikum mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tahun anggaran 2013.

Bahkan tersangka juga telah membuat laporan pertanggungjawaban fiktif untuk mengelabui pihak kampus. Sehingga kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini sebesar Rp 200 juta lebih.

“Sebaiknya tersangka bersikap koporatif dengan datang ke Kejati untuk menyerahkan dirinya. tentu hal ini akan sangat kita hargai dan akan menjadi pertimbangan penyidik,” tandasnya.

Diketahui, tersangka Sofyan adalah mantan Bendahara Fakuktas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Tersangka dalam kasus ini diduga telah menggunakan dana kemahasiswaan untuk kepentingan pribadi yang mengakibatkan adanya kerugian negara. Dengan cara memotong dana yang diperuntukkan untuk kegiatan lembaga mahasiswa dan pengadaan perlengkapan kantor.

Dia juga berharap pihak keluarga dan masyarakat yang mengetahui serta melihat keberadaan tersangka, agar bisa memberikan informasi kepada pihak Kejati Sulsel. Terutama pihak keluarga tersangka kata Syahrir, diminta agar bisa bekerjasama untuk membawa tersangka ke Kejati Sulsel.


Solid Gold

0 Response to "Umur Manusia Sudah "Digariskan", Maksimal 115 Tahun"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

POPULAR POSTS

  • Sinyal-sinyal Matahari Makhluk Luar Angkasa
    Matahari adalah bintang satu-satunya yang kita ketahui telah memberi kehidupan, sehingga kemungkinan bintang-bintang yang ditemukan Bor...
  • Bali United Bertekad Curi Poin di Kandang Mitra Kukar
    "Saya berharap kehadiran saat ini menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya," sambungnya. "Kami juga sedang d...
  • NEWSApple Berhenti Menjual MacBook Air 11 inci dan MacBook Pro 13 inci non Retina Display
    Masih ingat artikel saya mengenai MacBook Pro 13 inci non Retina Display yang masih dijual oleh Apple? Kini satu-satunya MacBook Pro ya...
  • Nenek 70 Tahun Aborsi Janin dengan Batang Daun Sirih
    "Pasangan kakek nenek ini tetangga. Jadi masyarakat yang curiga lalu mencari tahu dan lapor kepada polisi," ujar Gagas. Tin...
  • Smartphone Makin Mendominasi Trafik Internet
    Agensi media Zenith baru saja merilis laporan bertajuk Mobile Advertising Forecasts. Mereka mencatat selama lima tahun ke belakang akses ...
  • Ruhut Sebut Ahok Mirip Donald Trump
    Dia pun meyakini jagoannya akan menang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. "Sekarang lihat (pemilihan...
  • Bule Ini Mudik Menuju Belanda Pakai Supra X 125
    Lantaran menempuh perjalanan jauh, pria ini menambahkan boks di bagian belakang serta membawa dua tas yang diletakkan di jok. Aksesoris p...
  • Banyak Warga Jabar Tinggal di Daerah Rawan Bencana
    “Terkait longsor, secara fisik bisa dilakukan penguatan lereng dekat pemukiman yang rawan longsor. Selain itu juga bisa membuat bangunan ...
  • Uji Publik Revisi PP 52/53, Kominfo Belum Lapor Kemenko Polhukam
    Staf Ahli Desk Ketahanan dan Keamanan Cyber Nasional, Prakoso mengatakan bahwa uji publik yang dilakukan Kemkominfo terkesan sekadar formal...
  • Internet Didominasi Anak, APJII Kembangkan Sistem Filter Baru
    Salah satu temuan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam survei terbarunya adalah pengguna internet pada kelompok...
Copyright 2014 PT. Solid Gold Berjangka. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger