Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Wednesday, 16 November 2016
Staf Ahli Desk Ketahanan dan Keamanan Cyber Nasional, Prakoso mengatakan bahwa uji publik yang dilakukan Kemkominfo terkesan sekadar formalitas. Hal ini terlihat dari waktu uji publik yang hanya berlangsung dari tanggal 14 November hingga 20 November 2016.
Selain tak taat nomenklatur, Kemkominfo juga dinilai Prakoso telah melakukan kesalahan fatal dalam revisi PP 52/53 tahun 2000.
Pasalnya, dalam nomenklatur kementerian Kabinet Kerja, Kemkominfo berada di bawah koordinasi Menko Polhukam. Dengan demikian, harusnya revisi PP 52/53 Tahun 2000 dikoordinasikan kepada menteri koordinatornya. Tujuannya adalah agar tak ada gejolak di kemudian hari dan tidak banyak koreksi ketika dilakukan uji publik.
Sementara menurut Riant Nugroho, Director Institute for Policy Reform, kesalahan fatal pertama yang dilakukan pemerintah dalam melakukan revisi PP tersebut adalah Kemkominfo tidak melakukan konsultansi kepada para pakar teknologi dan komunikasi.
“Hingga saat ini, draft revisi PP 52/53 Tahun 2000 belum masuk ke Menko Polhukam. Harusnya Kemkominfo melakukan konsolidasi, koordinasi, dan konsultasi terlebih dahulu,” papar Prakoso melalui keterangan tertulisnya, Rabu (16/11/2016).
Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru saja melakukan uji publik revisi PP 52/53 Tahun 2000, setelah ada desakan masyarakat yang menginginkan transparansi dalam pembentukkan peraturan perundang-undangan.
Selain waktu yang terbatas, lanjut Prakoso, sebelum melakukan uji publik seharusnya Kemkominfo melakukan koordinasi dan konsultasi kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).
ZenFone AR, Ponsel Tango dari ASUS Bakal Muncul di CES 2017 | PT Solid Gold Berjangka Pusat
Hal ini dikonfirmasikan oleh CEO Asustek, Jerry Shen, kepada DigiTimes. Smartphone yang akan diperkenalkan tersebut bernama ZenFone AR, didukung oleh platform Augmented Reality Tango.
Namun, perangkat ini harus didukung oleh hardware yang sesuai dengan untuk kebutuhan Tango. Platform ini membutuhkan berbagai sensor untuk pelacakan gerakan lebih canggih dan kemampuan persepsi lebih mendalam, demi menciptakan peta data lingkungan 3D sehingga pengalaman Augmented Reality (AR) lebih menyenangkan.
Arungi Borneo Bersama Kalstar Ponsel cerdas ini akan diluncurkan tahun depan dengan penawaran harga yang diklaim Shen kompetitif. Pada saat ini, belum tersedia informasi lain terkait dengan perangkat ini.
Untuk spesifikasi, perangkat ini diperkirakan akan mengusung spesifikasi tidak jauh berbeda dari Lenovo Phab 2 Pro, ponsel Tango pertama. Karena itu, ZenFone AR diprediksi akan didukung oleh setidaknya RAM 4GB dan layar beresolusi 2K atau lebih tinggi, seperti yang dilaporkan Phone Arena.
ASUS kabarnya akan memperkenalkan smartphone AR berteknologi Tango pada gelaran CES tahun depan di Las Vegas.