Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Tuesday, 15 November 2016
"Ketika Ancelotti menggantikan Kombouar di akhir tahun 2011, saya langsung paham bahwa dia tidak mengandalkan saya," ujar Gameiro kepada Journal du Dimanche seperti dikutip Soccerway. Kevin Gameiro dulu pernah jadi bintang Paris St-Germain, sebelum kedatangan Carlo Ancelotti merusak kariernya di klub tersebut.
Gameiro tiba-tiba saja tak lagi jadi starter dan Ancelotti lebih banyak menempatkannya di bangku cadangan. Di musim pertamanya, Gameiro memang masih tampil rutin 45 kali dan menyumbang 14 gol.
Tapi, kedatangan Zlatan Ibrahimovic di musim keduanya yang juga jadi musim penuh pertama Ancelotti di PSG makin membuat Gameiro tak nyaman. Pemain 29 tahun itu lebih banyak jadi pemain pengganti dengan hanya bikin sembilan gol dari 33 penampilan.
"Pada akhirnya, saya bertemu dengannya di kantor untuk meminta penjelasan. Dia mendengarkan keluhan saya, karena dia orangnya terbuka. Tapi tidak ada berubah...." "Saya yang tadinya starter hanya jadi pemain pengganti dan saya otomatis keluar dari tim utama sejak saat itu," sambungnya.
Di musim pertamanya yakni 2011/2012, Gameiro langsung jadi pilihan utama pelatih Antoine Kombouare di lini depan. Namun, bulan madu Gameiro berakhir ketika Ancelotti datang ke klub itu bulan Desember.
Alhasil, Gameiro pun memutuskan menerima pinangan Sevilla di musim panas 2013 dan dia pun malah tampil produktif di Spanyol. Meski demikian, Gameiro tetap menunjuk Ancelotti sebagai biang kegagalannya di PSG.
"Saya mengutarakan keinginan saya untuk pergi di akhir musim, tapi dia ingin saya bertahan. Dia bilang saya akan punya banyak waktu main karena jadwal padat kami, tapi dia tidak menepati janjinya. Saya bahkan tidak bermain sama sekali ketika Zlatan Ibrahimovic diskorsing pada Maret 2013."
Hal itu dikatakan Gameiro kala mengenang kariernya di PSG. Sebelum bermain di Spanyol bareng Atletico Madrid dan Sevilla, Gameiro mengangkat nama bersama PSG.
N'Golo Kante Ungkap Perbedaan Main Di Chelsea Dengan Leicester City | PT Solid Gold Berjangka
"Chelsea berbeda dengan klub-klub saya sebelumnya karena ketika bermain di Caen dan Leicester, kami tidak terlalu banyak menguasai bola. Kami bermain dengan lebih mengandalkan serangan balik," ungkap Kante kepada Chelsea Magazine.
"Lebih baik bisa menguasai bola dibanding harus terus berlari mengejar bola. Kami bertahan sebagai tim dan tugas saya adalah melakukan pressing dan bekerja keras kembali menguasai bola. Saya harus melakukan itu," kata gelandang berusia 25 tahun tersebut.
"Itu yang coba saya lakukan, bekerja keras untuk merebut kembali ketika kami kehilangan bola dan terus berupaya menguasai bola dan membuat peluang."
Kini Kante menjadi andalan Chelsea dan selalu tampil dalam 11 laga yang telah dilakoni di Liga Primer sejauh ini. N'Golo Kante menyatakan bermain di klub yang lebih menguasai bola seperti Chelsea adalah pengalaman baru yang menyenangkan baginya.
Gelandang tim nasional Prancis itu bergabung dengan Chelsea pada Juli lalu, dari klub juara Liga primer Inggris musim lalu, Leicester City.
Gelandang Prancis itu memiliki peran penting dalam formasi 3-4-3 yang sang manajer, Antonio Conte terapkan sehingga mampu membawa Chelsea menmpati posisi kedua di klasemen sementara Liga Primer.
Solid Gold Berjangka