Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Friday, 18 November 2016
Nadiem menjelaskan, GO-PULSA dikembangkan dalam rangka memperluas fungsi GO-PAY dalam memberi kemudahan bagi customer. Selain berfungsi sebagai platform pembayaran layanan GO-JEK, GO-PAY juga merupakan solusi pembayaran di era digital sekaligus wujud kontribusi GO-JEK dalam mendukung gerakan cashless society.
Dia menjelaskan untuk dapat menggunakan fitur GO-PULSA, customer hanya perlu mengupdate aplikasi GO-JEK versi terbaru.
Selain membeli pulsa untuk customer sendiri, dengan GO-PULSA customer juga bisa membelikan pulsa untuk orang lain, seperti saudara, teman atau kolega. “Layanan GO-PULSA ini juga sudah dinikmati oleh semua pengguna GO-JEK di 15 kota di mana GO-JEK beroperasi,” ujar Nadiem.
GO-JEK merilis layanan terbaru, GO-PULSA. Layanan GO-PULSA ini memungkinkan customer untuk melakukan isi ulang pulsa melalui saldo GO-PAY.
Layanan GO-PULSA ini dapat digunakan untuk pengguna provider Simpati, AS, XL, Three, Axis, Indosat dan Smartfren. Untuk mengisi ulang pulsa, customer cukup meng-klik icon GO-PULSA di menu utama aplikasi GO-JEK. Dilanjutkan dengan memasukkan nomor telepon tujuan, nominal pulsa yang diinginkan, kemudian diikuti dengan menekan tombol order.
“Kami selalu berinovasi untuk memberikan layanan terbaik dan mempermudah kehidupan sehari-hari customer. GO-PULSA hadir untuk mempermudah akses customer akan kebutuhan isi pulsa pra-bayar dengan menggunakan saldo GO-PAY mereka,’’ kata Nadiem Makarim, CEO GO-JEK Indonesia dalam siaran persnya.
Susah Payah Lenovo Penuhi TKDN Ponsel 4G | PT Solid Gold Berjangka
Manager Business Group 4P Lenovo Indonesia, Anvid Erdian sempat bercerita mengenai kerumitan ini. Menurutnya, salah satu hal paling sulit adalah persoalan teknologi yang diperlukan untuk membuat ponsel Moto.
"Selain itu karena teknik merakitnya beda, kami masih harus menemukan orang yang bisa melakukannya atau mengajari tenaga kerja yang sudah ada," terang Anvid.
Lenovo akhirnya berhasil memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ponsel-ponsel 4G-nya yang dijual di Indonesia . Namun usaha yang dilakukan untuk memenuhi TKDN disebut Lenovo cukup rumit.
Artinya pabrik perakitan yang sudah punya kemampuan untuk merakit ponsel Lenovo, belum tentu bisa merakit ponsel Moto. Perusahaan pun perlu mengucurkan investasi baru agar rekanan atau pabriknya bisa menguasai teknik perakitan yang dibutuhkan.
Misalnya dengan cara memberikan perkakas yang diperlukan, meningkatkan kualitas pabrikasi ponsel, serta mendatangkan bahan baku dari luar negeri.
"Teknik perakitan Moto dan Lenovo itu beda. Teknologi atau tooling yang dipakai pun beda. Tooling itu semacam alat yang dipakai untuk merakit ponsel ini," jelasnya saat berbincang dengan KompasTekno, Kamis (17/11/2016).