PT. Solid Gold Berjangka

Sebagai salah satu perusahaan pialang terbesar dan teraktif dalam industri perdagangan berjangka, PT Solid Gold Berjangka berkomitmen untuk terus mempelopori pertumbuhan transaksi kontrak berjangka di Indonesia melalui penyelenggaran

  • DROPDOWN MENU
Home » Uncategories » Ratusan Ribu Anak Tewas karena Polusi Udara

Ratusan Ribu Anak Tewas karena Polusi Udara

Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Tuesday, 1 November 2016

Lebih parahnya, polusi udara tidak hanya membunuh anak-anak melainkan juga bayi yang belum lahir.

Polutan tidak hanya menyakiti perkembangan paru-paru anak-anak, tetapi juga mengalir melalui pembuluh darah otak sehingga mampu memberikan kerusakan permanen terhadap perkembangan otak anak-anak dan masa depannya.

Laporan itu dirilis seiring dengan bakal digelarnya Konferensi Perubahan Iklim PBB di Marrakech, Maroko atau dikenal sebagai COP22 pada 7-18 November 2016 mendatang. Pertama, mengurangi polusi dengan cara memotong anggaran untuk konsumsi bahan bakar fosil dan mulai berinvestasi untuk energi terbarukan.

COP21 sebelumnya dilakukan di Paris pada November 2015 dan menerima banyak perhatian karena kehadiran banyak pemimpin dunia di sana. "Tidak ada kelompok masyarakat yang mampu mengabaikan polusi udara ini," kata Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake saat mempresentasikan laporan berjudul "Clear the Air for Children."

Konferensi tersebut mencapai tujuan besarnya, yakni meraih kesepakatan legal untuk terus membuat pemanasan global tetap di bawah ambang batas kritis menurut para ilmuwan sebesar 2 derajat Celcius dan berkomitmen untuk mewujudkan nol polusi pada 2100.

UNICEF kemudian meminta para pemimpin dunia yang hadir di COP22 untuk melakukan empat hal penting. Terakhir, UNICEF meminta para pemimpin dunia untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap polusi udara tersebut.

Sekitar 600.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal tiap tahunnya akibat penyakit yang ditimbulkan oleh polusi udara luar ruangan atau di dalam ruangan, terutama di negara miskin. UNICEF mengimbau seluruh pemimpin dunia agar mengurangi polusi udara karena menjadi penyebab kematian banyak anak tiap tahunnya ketimbang malaria dan HIV/AIDS.

Kedua, meningkatkan akses anak-anak ke pusat kesehatan termasuk memperbanyak program imunisasi dan sosialisasi tentang pneumonia yang merupakan "pembunuh utama" anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Berikutnya, meminimalisasi paparan polusi udara yang diterima anak-anak dengan cara menjauhkan sekolah mereka dari pabrik-pabrik atau sumber polusi lainnya dan menggunakan kompor listrik di dalam rumah.

Ini Dia Penampakan Swifts Bird yang Kabarnya Bisa Terbang 10 Bulan Tanpa Henti | PT Solid Gold Berjangka Cabang Pusat


Tiga burung menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak menyentuh daratan selama 10 bulan, menurut tim di Universitas Lund di Swedia. Mereka beristirahat selama dua bulan untuk menikmati musim kawin dan kemudian kembali ke udara lagi.

Mereka mungkin melakukannya layaknya pesawat burung yang terus bisa mengudara dan tidur saat meluncur. Setiap hari, di senja dan fajar, Swift umumnya naik hingga ketinggian sekitar 2-3 kilometer. Mungkin mereka tidur selama meluncur menurun yang dilansir dari Sciencealert, Jumat (2810/2016).

Gadget ringan yang kecil dipasang pada punggung swifts yang berguna untuk melaporkan kembali apa saja aktifitas burung-burung itu di udara. Bahkan burung-burung yang mengambil liburan singkat di tanah tinggal di udara selama 99,5 persen dari periode migrasi mereka. Tim juga menemukan bahwa burung-burung yang tinggal selama hampir sepanjang tahun telah moulted dan memperoleh sayap dan  ekor baru untuk penerbangan selanjutnya saat di udara.

Berkat pengembangan tag elektronik miniatur, peneliti telah menemukan bahwa burung kecil yang dinamakan Swifts dapat tinggal di udara selama 10 bulan berturut-turut tanpa menyentuh tanah dan itu adalah rekor untuk penerbangan berkelanjutan yang natural.

Lebih lanjut Swifts umum telah memecahkan rekor penerbangan sebelumnya yang dipegang oleh kerabat dekat mereka swifts alpine, yang dikenal dapat mengelola enam bulan penerbangan yang terus-menerus. Burung ini dapat melakukan perjalanan jutaan mil selama hidup mereka, yang bergerak antara Eropa dan Afrika di berbagai musim.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa swifts menghabiskan waktu lama di udara dan kami sekarang memiliki bukti berkat teknologi data logging dipasang ke sekelompok 13 swifts yang mana gerakan mereka dipantau selama dua tahun belakangan ini. 

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mereka melakukannya? Karena mungkin saja dibutuhkan banyak energi untuk tetap di udara dan ada juga isu tentang bagaimana tidur burung swifts jika mereka benar-benar perlu tidur?



Solid Gold Berjangka

0 Response to "Ratusan Ribu Anak Tewas karena Polusi Udara"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

POPULAR POSTS

  • Sinyal-sinyal Matahari Makhluk Luar Angkasa
    Matahari adalah bintang satu-satunya yang kita ketahui telah memberi kehidupan, sehingga kemungkinan bintang-bintang yang ditemukan Bor...
  • Bali United Bertekad Curi Poin di Kandang Mitra Kukar
    "Saya berharap kehadiran saat ini menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya," sambungnya. "Kami juga sedang d...
  • NEWSApple Berhenti Menjual MacBook Air 11 inci dan MacBook Pro 13 inci non Retina Display
    Masih ingat artikel saya mengenai MacBook Pro 13 inci non Retina Display yang masih dijual oleh Apple? Kini satu-satunya MacBook Pro ya...
  • Nenek 70 Tahun Aborsi Janin dengan Batang Daun Sirih
    "Pasangan kakek nenek ini tetangga. Jadi masyarakat yang curiga lalu mencari tahu dan lapor kepada polisi," ujar Gagas. Tin...
  • Smartphone Makin Mendominasi Trafik Internet
    Agensi media Zenith baru saja merilis laporan bertajuk Mobile Advertising Forecasts. Mereka mencatat selama lima tahun ke belakang akses ...
  • Ruhut Sebut Ahok Mirip Donald Trump
    Dia pun meyakini jagoannya akan menang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. "Sekarang lihat (pemilihan...
  • Bule Ini Mudik Menuju Belanda Pakai Supra X 125
    Lantaran menempuh perjalanan jauh, pria ini menambahkan boks di bagian belakang serta membawa dua tas yang diletakkan di jok. Aksesoris p...
  • Banyak Warga Jabar Tinggal di Daerah Rawan Bencana
    “Terkait longsor, secara fisik bisa dilakukan penguatan lereng dekat pemukiman yang rawan longsor. Selain itu juga bisa membuat bangunan ...
  • Uji Publik Revisi PP 52/53, Kominfo Belum Lapor Kemenko Polhukam
    Staf Ahli Desk Ketahanan dan Keamanan Cyber Nasional, Prakoso mengatakan bahwa uji publik yang dilakukan Kemkominfo terkesan sekadar formal...
  • Internet Didominasi Anak, APJII Kembangkan Sistem Filter Baru
    Salah satu temuan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam survei terbarunya adalah pengguna internet pada kelompok...
Copyright 2014 PT. Solid Gold Berjangka. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger