Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Tuesday, 18 October 2016
Bagi yang ingin bergabung di Rich Kids akan dikenai biaya berlangganannya mencapai GBP1.000 atau Rp1.569.000 per bulan. Namun, aplikasi ini menjanjikan tak akan ada “orang kaya palsu” di dalamnya.
Media sosial kini berkembang menjadi tempat untuk memamerkan apa yang dimiliki oleh para penggunanya. Akun Rich Kids di Instagram misalnya, yang secara khusus menampilkan gaya hidup mewah remaja.
Pendirinya, Juraj Ivan dan Michal Harustiak, mengatakan mereka memang terinspirasi oleh Rich Kids di Instagram untuk membangun media sosial ini.
“Saya terkejut tidak ada media sosial untuk orang kaya yang tidak privasi. Semua media sosial orang kaya ditutup dari pengguna sembarangan. Tetapi, kami pikir akan sangat membosankan menjadi kaya ketika tidak ada yang bisa melihat Anda,” terang Ivan sebagaimana dikabarkan Okezone dari Daily Mail, Senin (17/10/2016).
Bukan tanpa pertentangan, Rich Kids mengundang kontroversi lantaran dianggap ajang memamerkan harta. Namun kini, para remaja kaya raya tak perlu lagi ragu memperlihatkan kekayaannya di aplikasi Rich Kids.
Setidaknya ada 11 orang telah bergabung di aplikasi tersebut. Di antaranya adalah sosialita Julia Stakhiva yang menerbangkan hairstylist langsung dari Moskow ke London agar bisa tampil “sempurna” saat berangkat kerja.
Dukung Atlet Paralimpik, Telkom Tingkatkan Layanan ICT | PT Solid Gold Berjangka Pusat
Amanuddin, Ketua Satuan Tugas PON XIX Peparnas XV PT Telkom mengatakan, pihaknya secara keseluruhan menyiapkan alokasi bandwith dalam Peparnas sama dengan PON XIX lalu yakni kisaran 35 Gigabyte sekalipun skala kegiatan tak sebesar PON.
PT Telkom, sebagai Official ICT Partner PB PON XIX dan Peparnas XV 2016, meningkatkan layanan teknologi informasi komunikasi (TIK) dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas), 15-24 Oktober ini. Telkom Group juga akan melibatkan ratusan staff yang siaga 7x24 jam untuk menjaga kualitas layanan selama periode penyelenggaraan.
Selain enam lokasi tadi, sejumlah titik yang ditingkatkan layanannya adalah akses di venue atau arena pertandingan. Dari biasanya alokasi bandwith 10 Mbps dinaikkan menjadi 20 Mbps agar publik dan media makin lancar akses berselancar di 13 arena pertandingan yang seluruhnya tersebar di Kota Bandung.
"Selain lokasi inti dan venue, kami memberi perhatian khusus di lokasi pembukaan dan penutupan Peparnas yakni Stadion Siliwangi. Sudah kami pasang 14 repeater (penguat WiFi, red), yang juga akan dilengkapi menara telekomunikasi compact dari anak perusahan kami, PT Telkomsel," katanya.
Melalui PT PINS, anak perusahaan mereka, PT Telkom juga menyiapkan sejumlah perangkat keras seperti komputer sekitar 200 unit, CCTV, printer, ip phone, dan LCD yang dilengkapi dengan akses wifi.id.
"Jadi, secara keseluruhan kami siapkan bandwith internet, juga layanan sarana TIK dan sumber daya manusia, agar minimal setara PON dan bahkan lebih. Kami juga terapkan prinsip sama dengan PON, yakni loostroom (melepaskan akses dan bisa ditingkatkan sesuai permintaan kapanpun, red) karena ini ajang nasional yang harus kami berikan layanan paling baik," pungkasnya.
Ada sejumlah layanan diberikan PT Telkom. Pertama, layanan inti TIK disiapkan pada enam titik. Yakni Media Center Utama/MCU yang berlokasi di Hotel Ibis Jl Gatot Subroto, Command Center (Trans Luxury Hotel), Sekretariat Peparanas (Gedung Sate), Data Center (Diskominfo Jabar), Sub PB PON (Jl Wastukencana), dan Management Room MCU (Hotel Ibis).
Sementara Telkomsel Area Jawa Barat menyiapkan sedikitnya 300 BTS/Base Transciever Station (2G, 3G & 4G) untuk menangani seluruh arena pertandingan. Di dalamnya sudah termasuk BTS baru dan mobile BTS (COMBAT).
"Sebab ini hajatan nasional, apalagi Telkom selain official partner kegiatan, juga tetangga Pemprov Jabar yang kantornya (Gedung Sate, red) di depan kantor kami. Kami berkomitmen memberikan layanan maksimal selama Peparnas 2016 ini," katanya di Bandung, akhir pekan lalu.