Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Monday, 17 October 2016
Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (17/10), pembatasan di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari warga Palestina sejak Ahad, akan terus dilakukan sepanjang Senin. Selain itu, Sukkot biasanya akan meningkatkan jumlah pengunjung Yahudi di sekitaran Masjid Al Aqsa.
Sukkot sendiri merupakan satu dari tiga hari libur Yahudi, yang kerap menimbulkan ketegangan dengan Palestina sepanjang sejarah. Sejak pendudukan pada 1967, timbul kekhawatiran kalau Israel akan mencaplok Al Aqsa dengan meningkatkan jumlah pengunjung Yahudi.
Tahun lalu, masa liburan di Yerusalem berubah menjadi bentrokan, akibat drastisnya peningkatan pengunjung di sekitaran Al Aqsa. Ketegangan turut diakibatkan pelarangan yang dilakukan Israel, terhadap warga Palestina yang hendak masuk ke Al Aqsa.
Pekan lalu, orang-orang Yahudi sudah ramai-ramai memenuhi sekitara Al Aqsa untuk merayakan Yom Kippur, dan turut dilakukan sepekan sebelumnya untuk merayakan Tahun Baru Yahudi. Ini tentu meningkatan kekhawatiran warga Palestina, terutama tentang keberadaan Al Aqsa.
Daerah pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza ditutup dari warga Palestina selama libur Sukkot Yahudi. Israel berdalih, penutupan dilakukan karena kekhawatiran terjadinya kekerasan.
Permata Raksasa Seberat 175 Ton Ditemukan di Myanmar | PT Solid Gold Berjangka
Namun tambang permata tersebut kerap dikritik karena mengabaikan faktor keselamatan dan minim regulasi. Bencana yang paling sering terjadi akibat penambangan yang tak beraturan itu adalah longsor.
Diberitakan oleh BBC, 16 Oktober 2016, batu permata ini menjadi batu permata terbesar kedua setelah patung Buddha di China, yang memiliki berat 260 ton. Penemunya mengatakan, batu tersebut akan dikembalikan kepada negara.
Batu permata raksasa itu diperkirakan memiliki tinggi 4,3 meter dan panjang 5,8 meter. Bongkahan raksasa itu diperkirakan berharga US$170 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Tahun lalu, sekitar 100 orang penambang tewas tertimbun di wilayah tersebut saat longsor terjadi ketika penambang sedang beraktivitas.
"Kami tahu kami seperti mendapat lotre. Namun ini adalah milik negara. Ini adalah kehormatan bagi pemimpin kami," ujar Sao Min, pria berusia 44 tahun yang menemukan batu raksasa tersebut.
Media lokal mengatakan batu tersebut akan dikirim ke China, untuk dijadikan perhiasan dan ukiran. Myanmar terkenal sebagai negara penghasil batu permata terbaik di dunia. Sementara China adalah pasar pembeli batu terbesar.
Di China, batu permata Myanmar dikenal sebagai "batu dari surga." Myanmar mampu menghasilkan miliaran dolar setiap tahun dari tambang permata. Penambang permata di negara bagian Kachin, Myanmar, mendapat harta karun. Mereka berhasil menemukan batu permata seberat 175 ton.
Rossi: Bahaya Mengintai di Balik Udara Dingin GP Australia | PT Solid Gold Berjangka
Valentino Rossi mengatakan bahwa para pebalap MotoGP perlu mewaspadai cuaca dingin di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada lanjutan MotoGP pekan depan. Hal ini terutama terkait dengan kondisi ban depan Michelin.
Berbeda dari Marc Marquez yang telah mengamankan gelar juara dunia dan kini tak memiliki risiko apapun ketika membalap, Rossi dan Lorenzo masih akan saling salip untuk memperebutkan posisi dua di klasemen akhir.
Rossi dan rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, tergelincir keluar lintasan ketika menjajal GP Jepang, Minggu (16/10). Keduanya sama-sama kehilangan cengkraman ban depan ketika menikung. Lorenzo juga menyebut faktor ban harus benar-benar diperhatikan ketika membalap di Australia. Apalagi suhu Sirkuit Phillip Island akan lebih rendah ketimbang Motegi.
"Balapan di Australia bisa menjadi berbahaya, tapi ketika kami menggunakan ban Bridgestone pun seperti itu. Saya diberitahu bahwa hari ini suhunya mencapai 6°C. Dalam suhu seperti itu, maka lebih baik berkompetisi menggunakan Playstation (sembari tertawa)."
"Untuk seri Australia, saya tidak tahu. Saya kira kami bisa kompetitif, tapi ini semua tergantung pada pilihan ban. Kami harus berhati-hati, terutama ban depan, mengingat suhunya sangat dingin," kata Lorenzo.
Baik Lorenzo maupun Rossi sama-sama menyoroti karakter ban depan Michelin yang terlambat panas jika balapan berlangsung dalam suhu dingin. Menurut Rossi, hal ini juga yang harus diantisipasinya untuk menghadapi GP Australia.
"Ban depan Bridgestone memang lebih stabil. Mungkin ini bukan kebetulan biasa bahwa baik saya dan Lorenzo kecelakaan. Kami mungkin telah berada pada batasan maksimum dengan motor kami," kata Rossi, seperti dikutip dari GP One. Kedua pebalap kini hanya berselisih 14 poin di klasemen sementara, sedangkan musim 2016 tinggal menyisakan tiga seri lagi.