Posted by PT. Solid Gold Berjangka on Tuesday, 11 October 2016
Seperti yang bisa Anda lihat di bocoran foto, bagian depan ponsel ini dilengkapi dengan kaca 2.5D dan tampaknya memiliki alur sidik jari yang sama dengan Mi 5s yang berarti mungkin datang dengan pemindai sidik jari ultrasonik. Tentu ini merupakan kabar baik, setidaknya jika memang benar maka chipset yang digunakan pada smartphone ini menggunakan chipset terbaru.
Meski Xiaomi belum lama ini telah meluncurkan duo smartphone flagship, yakni Mi 5s dan Mi 5s Plus, namun perusahaan China tersebut baru-baru ini telah menyebarkan bocoran smartphone baru. Xiaomi diketahui tengah menyiapkan smartphone baru yang dilapisi body all-metal dan beberapa spekulasi mengatakan jika smartphone tersebut bakal menjadi Xiaomi Mi 5c.
Halaman ini juga berisi informasi bahwa ponsel ini mendukung teknologi VoLTE. Meski informasi mengenai harga smartphone ini belum diketahui, namun yang jelas smartphone akan jauh lebih murah ketimbang Mi 5s karena spesifikasi yang diusung smartphone ini berada di bawah Mi 5s yang mengusung chipset Snapdragon 821. Kita nantikan saja kabar selanjutnya dari ponsel metal milik Xiaomi ini.
Sementara untuk spesifikasinya, ponsel ini membawa 3GB RAM, 64GB penyimpanan internal, dan prosesor octa-core dengan clock 2.2GHz. Selain itu, handset ini juga menjalankan OS Android Marshmallow 6.0 yang dipoles dengan MIUI 8. Hal lucu tentang gambar adalah patch keamanan yang tertera bulan Desember 2015, di mana itu tanggal yang cukup lama untuk saat ini.
Sementara di bagian belakang terlihat lapisan hitam dengan dua nada yang memisahkan bagian atas yang merupakan tempat kamera, LED flash, antena, dan juga bagian bawah, memiliki warna yang lebih gelap dari warna hitam dibandingkan dengan bagian body lainnya. Untuk kamera ditempatkan di sudut kiri atas ponsel, dan tombol power serta rocker volume di sebelah kiri seperti semua ponsel Xiaomi terbaru.
Bocoran Foto Smartwatch "Halfbeak" Milik HTC Beredar | PT Solid Gold Berjangkar
HTC “Halfbeak” hadir dengan body yang berbentuk bundar serta mengusung platform Android Wear. Karena bentuknya yang melingkar, smartwatch ini juga mengusung layar bundar beresolusi 360×360 piksel. Ya, model seperti ini memang bukan asing lagi karena kita juga pernah melihat spesifikasi tersebut pada Moto 360 yang memiliki round dial.
Sejak tahun 2014, HTC memang kerap dikabarkan tengah menggarap sebuah smartwatch, namun setiap kali dikabarkan akan meluncur, akhirnya smartwatch tidak jadi meluncur hingga saat ini. Namun kali ini beredar bocoran beberapa foto dari apa yang diyakini akan segera menjadi perangkat smartwatch HTC dengan nama “Halfbeak”.
Sayangnya bocoran beberapa foto tersebut tidak menyebutkan tanggal atau setidaknya perkiraan kapan smartwatch ini bakal meluncur. Jadi saat ini kita belum bisa memastikan apakah prototipe smartwatch ini akan benar-benar diproduksi atau tidak.
Dari gambar kita bisa melihat bahwa smartwatch tersebut bakal dilengkapi dengan optik monitor denyut jantung dan mendukung sistem pengisian empat-pin. Nah bagi Anda yang penasaran dengan gambar-gambar yang beredar tersebut di bawah ini.
Di bagian belakang smartwatch ini terlihat logo Under Armour dan smartwatch ini sepertinya ditujukan untuk pengguna yang aktif berolahraga karena adanya dukungan Healthbox. Layanan tersebut merupakan sistem kebugaran yang dapat terhubung dengan smartphone juga.
Google Glass Mandek, Moverio Jalan Terus | PT Solid Gold Berjangkar
Epson sendiri mulai menggarap kacamata pintarnya sejak 2011. Kala itu mereka merilis Moverio BT-100. Pengembangan pun berlanjut dengan dirilisnya Moverio BT-200 di tahun 2014. Kacamata ini 60% lebih ringan dari pendahulunya.
Google telah menghentikan pengembangan lanjutan kacamata pintarnya pada tahun 2015 silam. Lain halnya dengan Epson, mereka tetap percaya diri mengembangkan proyek kacamata pintarnya, Moverio.
"Ini memberikan kemungkinan yang cukup besar," kata Kiat saat sesi eksklusif interview dengan sejumlah pewarta, Senin sore (11/10/2016).
Selain itu antara Google Glass dan Moverio sangatlah berbeda, terutama soal hardware. Kacamata pintar Google itu hanya memiliki layar kecil di bagian ujung atas. Sementara Moverio menghadirkan gambar pada lensa.
Regional General Manager (South Eastasia) Printer and visual Instruments Division Epson Singapore Siew Jin Kiat mengatakan, pihaknya memiliki strategi agar tidak senasib dengan Google Glass. Sebab kacamata Epson lebih menyasar kalangan enterprise, pemerintah dan edukasi.